Showing posts with label PMDK. Show all posts
Showing posts with label PMDK. Show all posts

Saturday, February 5, 2011

Persyaratan Peserta Snmptn Jalur Undangan

Pemerintah menyiapkan jalur baru untuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), yaitu jalur undangan. Kelebihan dari jalur ini adalah peserta diperbolehkan mendaftarkan diri sekaligus kepada 3 program studi di dua PTN yang jadi pilihannya.

Siswa yang mendaftar melalui jalur undangan diijinkan memilih di 2 PTN dan Masing-masing boleh memilih 3 program studi (prodi).

Apabila dinyatakan diterima melalui jalur undangan, pada saat SNMPTN jalur ujian tulis, mereka akan dikumpulkan menjadi satu dan diberikan kegiatan lain. Hal ini kita lakukan agar siswa tidak dobel melakukan pendaftaran sehingga tidak mengurangi jatah kursi siswa lainnya.

Dijelaskan oleh Panitia Snmptn bahwa jalur undangan SNMPTN menggunakan sistem yang tertutup. Sistem pendaftaran dilakukan menggunakan sistem online. Namun pendaftar tidak bisa melihat atau mengakses jumlah kursi yang masih tersedia di tiap perguruan tinggi.

Sistem ini memang tidak seluruhnya bisa diberitahukan kepada masyarakat umum atau pendaftar. Sebab bila dapat diakses secara terbuka dikhawatirkan akan muncul efek negatif yang lebih banyak dibandingkan manfaatnya.

Kebijakan ini sengaja diambil karena berkaitan dengan persiapan administratif di masing-masing perguruan tinggi. Yang bisa mengakses hanya wakil rektor I.
Penilaian untuk jalur undangan tersebut juga dilakukan secara tertutup oleh masing-masing perguruan tinggi. Setiap PTN diperbolehkan untuk melakukan seleksi sesuai kriteria yang dibutuhkan berdasarkan pada dokumen yang di upload langsung ke website www.undangan.snmptn.ac.id.

Penilaiannya bisa berdasarkan nilai rapot yang disertakan, sertifikat dan tanda bukti berprestasi lainnya. Tiap PTN masih berhak menyeleksi, termasyuk juga menentukan sekolah mana yang akan diundang.

Secara prinsip jalur undangan SNMPTN ini sudah dianggap mampu mengakomodasi seluruh sekolah yang berkualitas. Namun, hak dan penghargaan yang diberikan pada sekolah tersebut tidak lantas menjamin bahwa siswa yang didaftarkan akan seluruhnya diterima.

Ok mari kita kenali apa persyaratan Peserta snmptn Jalur Undangan (PMDK), inilah dia :

  1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK yang sedang duduk di kelas 12 dan akan mengikuti UN pada tahun 2011.
  2. Siswa yang memperoleh rekomendasi dari Kepala Sekolah dan memiliki prestasi akademik terbaik dengan peringkat sebagai berikut:

    Akreditasi Sekolah

    Jenis kelas

    Peringkat siswa dalam kelas

    A

    Akselerasi

    100% (semua siswa)

    A

    RSBI/Unggulan

    75% terbaik

    A

    Reguler

    50% terbaik

    B

    Reguler

    25% terbaik

    C

    Reguler

    10% terbaik


Selengkapnya...

Jangan Terlambat Mendaftar Snmptn Jalur Undangan

Panitia Lokal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Bandung meminta para kepala sekolah segera menyapkan siswa-siswi yang akan diusulkan ikut dalam seleksi jalur undangan.

"Kepala sekolah diharapkan dapat sesegera mungkin menyiapkan muridnya yang akan ikut seleksi jalur undangan agar pendaftaran tidak menumpuk di hari-hari terakhir pendaftaran," kata Ketua Panitia SNMPTN Lokal Bandung Prof Dr Husein Hernadi Bhakti di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/2).

SNMPTN jalur undangan itu diperuntukan bagi murid kelas XII SMA/SMK/MA/MAK atau yang sederajat dengan kelas XII. Pelajar yang diusulkan tersebut harus memiliki prestasi akademik di sekolahnya secara konsisten.

Menurut Husein, peranan kepala sekolah sangat menentukan dalam program SNMPTN jalur undangan itu. Mereka harus mengawali dengan mendaftarkan profil sekolahnya ke dalam laman SNMPTN jalur undangan yakni www.undangan.snmptn.ac.id.

Husein menyebutkan, SNMPTN jalur undangan tersebut merupakan salah satu jalur masuk perguruan tinggi negeri yang mengedepankan jalur prestasi.

Sementara itu, pendaftaran jalur undangan diperluas. Bila sebelumnya hanya diikuti oleh sekolah berakreditasi A dan B, sejak 29 Januari lalu SNMPTN jalur undangan bisa diikuti sekolah berakreditasi C dengan kuota 10%.
Selengkapnya...

Kuota PMDK ITS Belum Ditentukan

Pemerintah telah menetapkan kuota minimal 60 persen untuk calon mahasiswa baru lewat Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN). Namun ITS belum menentukan berapa persen kuota yang diambilnya untuk tahun ini, apakah masih 85% seperti tahun lalu.

"Karena masih tentatif, kami masih belum ada keputusan. Kami masih merundingkan hal itu," kata Pembantu Rektor I, Arif Djunaidy, saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (14/1/2011).

Arif menerangkan bahwa 85 % SNMPTN dibagi dalam 2 jalur yakni jalur ujian tulis dan jalur undangan (PMDK). Arif lupa persentasi kedua jalur tersebut. Selain SNMPTN, kata Arif, ITS juga membuka jalur mandiri yang bakal mengisi kekurangan kuota SNMPTN yakni 15 %.

"Jalur mandiri tidak boleh sebelum atau berbarengan dengan SNMPTN. Jalur mandiri
dilakukan sesudah pelaksanaan SNMPTN," tambah Arif.

Apakah dengan peraturan ini ITS akan menjatah kuota SNMPTN seminimal mungkin, Arif belum bisa menjawab karena hal tersebut akan dirundingkan dahulu dengan pihak rektorat yang lain.
Selengkapnya...

UNJ Tetap Pertahankan Jalur PMDK

Ketika banyak perguruan tinggi negeri menyerahkan 100 persen penerimaan mahasiswa barunya kepada seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), Universitas Negeri Jakarta (UNJ) justru tetap mempertahankan jalur ujian mandiri. Jalur mandiri diperlukan bagi calon mahasiswa yang tak memenuhi kriteria dalam SNMPTN.

"Di SNMPTN, ada ketentuan tahun terakhir lulusan tidak boleh lebih dari tiga tahun. Lalu bagaimana nasib lulusan empat tahun lalu? Kesempatan itu kan tertutup. Merekalah yang akan ditampung di jalur mandiri," kata Zainal Rafli, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), di Jakarta, Jumat (21/1).

Zainal menambahkan, kuota jalur mandiri dialokasikan sesuai dengan ketetapan pemerintah sebesar 40 persen dari keseluruhan daya tampung UNJ sebanyak 4.200 kursi. Jalur mandiri diperbolehkan pemerintah, asalkan kuotanya tak boleh lebih dari 40 persen dan ujiannya digelar setelah pengumuman SNMPTN.

"Jadi, kami tak menyalahi aturan itu," ucap Zainal seraya menyebutkan penerimaan lewat jalur mandiri dilaksanakan pada 30 Juni 2011.

Dari 60 persen kuota yang ditetapkan pemerintah atau 2.240 kursi UNJ yang akan diperebutkan dalam SNMPTN, menurut Zainal, sebanyak 15 persen dialokasikan untuk seleksi undangan--dahulu disebut program PMDK/penelusuran minat dan bakat--dan 45 persen untuk seleksi ujian tulis.

Soal biaya kuliah, Zainal mengatakan UNJ hingga kini masih menjadi PTN berbiaya murah. Ia mencontohkan SPP untuk mahasiswa jalur reguler sebesar Rp 400 ribu per semester, sedangkan SPP untuk jalur mandiri sebesar Rp 600 ribu per semester.

"Uang masuk yang dibayar satu kali selama menjadi mahasiswa dikenakan mulai dari Rp 1,5 juta-Rp 3 juta. Tertinggi Rp 7 juta untuk jurusan teknik karena ada fasilitas laboratorium," katanya.

Dijelaskan, untuk jalur undangan (jalur prestasi akademik tanpa ujian tertulis), pendaftaran pada 1 Februari-12 Maret 2011 (secara online) dengan alamat laman: undangan.snmptn.ac.id dan pengumuman 18 Mei 2011. Alurnya, kepala sekolah mendaftar ke web SPTN, pelamar membayar Rp 175 ribu untuk memilih dua PTN dengan 3 prodi.
Selengkapnya...

Biaya Pendaftaran PMDK Unair Lebih Mahal daripada Snmptn Unair

Besaran biaya pendaftaran calon mahasiswa baru di Universitas Udayana Denpasar ada perbedaan yang mencolok antara jalur mandiri (PMDK) dengan jalur reguler atau SNMPTN.

Rektor Universitas Udayana, Prof Made Bakta menyebutkan biaya pendaftaran masuk ke perguruan tinggi negeri terbesar di Bali hampir dua kali lipat antara yang reguler dan yang jalur mandiri.

"Kalau yang lewat jalur reguler dikenai biaya Rp150 ribu untuk jurusan IPA (lmu Pengetahuan Alam) dan Rp175 ribu untuk IPC (Ilmu Pengetahuan Campuran). Sedangkan yang jalur mandiri Rp 350 ribu," jelas Bakta saatvdihubungi Senin (17/1).

Menurut Bakta, masa pendaftaran bagi calon mahasiswa baru jalur mandiri saat ini dibuka sejak 7 Januari. "Pembayaran lewat bank dilayani hingga 1 Februari, sedangkan yang lewat oneline ditutup hingga 4 Februari," ujar Bakta.

Pengumuman kelulusan tes dari jalur mandiri ini akan mengikuti ketentuan Dirjen Dikti Kemendiknas, yakni setelah diumumkannya hasil tes jalur SNMPTN.

"Kira-kira pengumuman hasil tes jalur mandiri sekitar satu minggu setelah pengumuman SNMPTN," tandas Bakta.

Dalam penerimaan calon mahasiswa dari dua macam seleksi itu, menurut Bakta, proporsinya sudah ditentukan hanya 40% yang diterima lewat jalur mandiri, sedangkan 60% lagi lewat regular atau SNMPTN.

Tahun ini, Unud akan menerima 3.500 mahasiswa baru, yang tersebar di 12 fakultas dan satu program pascasarjana.

"Untuk program regular kita perkirakan 1.500 sampai 1.800 mahasiswa, sedang sisanya mengisi program diploma, ekstensi dan pascasarjana," jelas Bakta.

Disinggung biaya perkuliahan di Universitas Udayana, Bakta mengakui tidak sama untuk semua fakultas. Saat ini, biaya SPP yang termahal di Fakultas Kedokteran, sedangkan yang termurah di Fakultas Peternakan dan Pertanian.

"Besaran SPP di Kedokteran Rp3 juta per semester, sedangkan di Fakultas Peternakan dan Pertanian hanya Rp500 ribu per semester," papar Made Bakta.
Selengkapnya...

Kuota PMDK Untirta Menurun

Kuota penerimaan mahasiswa baru Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang, tahun ini menurun dibandingkan 2010 lalu. Penurunan itu terjadi karena kuota penerimaan mahasiswa Untirta pada 2011 baik melalui SNMPTN, PMDK, maupun ujian mahasiswa mandiri (UMM) hanya menampung 2.400 mahasiswa untuk 24 jurusan di enam fakultas.

"Sedangkan pada 2010 kuota penerimaan mahasiswa baru Untirta mencapai tiga ribu orang mahasiswa," kata Kepala Bidang Humas Untirta Boyke Pribadi di Serang, Jumat (21/1/2011).

Menurut dia, penerimaan mahasiswa baru 2011 menurun karena disesuaikan dengan kemampuan ruangan kelas, daya tampung dan jumlah dosen. Pihaknya menyambut baik perbedaan pola penerimaan mahasiswa baru 2011 dibanding 2010, yakni ada penjatahan 60 persen penerimaan melalui SNMPTN dan undangan atau PMDK secara nasional, serta 40 persen kuota untuk ujian mandiri dan PMDK lokal.

Selain itu, ujar Boyke, perbedaan penerimaan mahasiswa tahun ini lebih mendahulukan SNMPTN dibandingkan dengan ujian mahasiswa mandiri (UMM).

"Sejak dua tahun lalu, ujian mandiri di Untirta dilaksanakan setelah SNMPTN," kata Boyke.

Adapun tahun ini Untirta menyediakan jatah 20 persen atau 480 kursi untuk beasiswa mahasiswa miskin dari jumlah rencana total penerimaan mahasiswa baru 2011 sebanyak 2.400 orang.

"Jika dikurangi dengan program beasiswa Bidik Misi dari Kementerian Pendidikan Nasional sekitar 100 mahasiswa, maka beasiswa murni yang harus ditanggung Untirta sebanyak 380 orang," ujarnya.
Selengkapnya...

Milih Jurusan di PMDK UNS Mempertimbangkan Jurusan Asal Siswa

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memberlakukan syarat khusus dalam penerimaan calon mahasiswa lewat jalur SNMPTN undangan nasional. Calon mahasiswa harus berasal dari jurusan serumpun. "Memang aturan dari Kemendiknas semua calon mahasiswa bisa dari lintas jurusan. Tetapi atas pertimbangan dan kesepakatan seluruh fakultas, yang diterima hanya dari jurusan serumpun saja," kata Prof Dr Ravik Karsidi MS, rektor UNS terpilih.

Ketua SNMPTN Panitia Lokal Solo itu mengatakan, artinya siswa dari jurusan IPS hanya boleh mendaftar di program studi (prodi) IPS, dan siswa dari jurusan IPA hanya boleh mendaftar di prodi IPA. "Kecuali dua prodi saja, yakni Prodi PGSD Guru Kelas, Prodi Penjaskes, dan Prodi Kepelatihan Olahraga. Itu saja yang boleh lintas jurusan. Yang lain tidak bisa," kata dia di sela-sela sosialisasi SNMPTN jalur undangan di Auditorium UNS.

Syarat khusus ini diperbolehkan oleh Kemendiknas. Selain itu dari pengalaman sebelumnya, pada saat penyelenggaraan PMDK UNS sudah mensyaratkan harus serumpun. Sehari penuh UNS melakukan sosialisasi diikuti 600 wakil sekolah se-Solo Raya. Pada pekan ini pula rencananya akan dilakukan sosialisasi dengan mengundang 200 wakil sekolah dari Ngawi, Madiun, Magetan, Ponorogo dan Pacitan.
Selengkapnya...

UNS Syaratkan Calon Mahasiswa Jalur PMDK Bernilai Minimal 7,5

Mulai tahun ini, Universitas Negeri Sebelas Maret menetapkan sejumlah ketentuan khusus bagi siswa yang mendaftar melalui Jalur Undangan, dulu disebut jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Ketentuan khusus tersebut di antaranya harus memiliki nilai rata-rata tiap semester tidak kurang dari 7,5 dan tidak boleh buta warna. Bahkan untuk fakultas tertentu, tingginya tak boleh kurang dari 160 cm.

Hal ini dijelaskan Ketua Panitia Lokal 44 UNS sekaligus Pembantu Rektor I UNS Ravik Karsidi dihadapan 600 kepala sekolah di Auditorium Kampus UNS, Senin (30/1). Kehadiran 600 kepsek dari Kota solo, Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar ini untuk mendengarkan sosialisasi UNS terkait penerimaan siswa dari Jalur Undangan.

Jalur Undangan, tanpa memberikan ujian tertulis, merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru selain ujian tertulis (Utul) pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Kampus negeri berhak mengundang siswa berprestasi dari tiap sekolah sesuai rekomendasi kepala sekolah.

Ketentuan buta warna diberlakukan UNS untuk Prodi Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota, Seni Rupa Murni hingga Pendidikan Kimia. "Tidka buta warna total maupun partial," terang Ravik.

Pemberlakuan ini, ungkap Ravik, diambil berdasarkan persetujuan semua Dekan Prodi yang bersangkutan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya.

Pembatasan tinggi badan bahkan berlaku bagi siswa yang hendak mengambil kuliah untuk Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, serta Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Bagi siswa laki-laki, harus memiliki tinggi badan minimal 160 cm dan 155 cm bagi siswa perempuan.
Selengkapnya...

Sunday, January 30, 2011

PMDK UNS Tetap Eksis

PMDK Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS)tetap diadakan tak terkena imbas dari kebijakan Pemerintah. Universitas Sebelas Maret Surakarta dalam penerimaan mahasiswa baru tahun 2011 akan menggunakan tiga jalur seleksi, yaitu melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK), serta jalur swadana. UNS juga tetap akan melaksanakan ujian mandiri meskipun beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) lain telah memutuskan untuk tidak menggelarnya.

Demikian diungkapkan Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS Prof Ravik Karsidi MS, di Solo, Senin (24/1/2011). Untuk jalur SNMPTN ujian tulis dengan kuota sebanyak 50 persen, PMDK 20 persen, dan sisanya untuk jatah penerimaan mahasiswa baru lewat program swadana.

"Perguruan tinggi lain memang sudah menghilangkan jalur ujian mandiri, tetapi UNS tetap membukanya. Karena kami memberikan akses yang lebih besar kepada calon mahasiswa yang tidak lulus SNMPTN," katanya.

Tahun lalu, kata Ravik, dari 46 ribu pendaftar melalui jalur SNMPTN hanya 20 ribu mahasiswa yang diterima sehingga masih banyak calon mahasiswa yang tidak mendapatkan kesempatan untuk masuk PTN. Alasan kedua, menurut Ravik, adalah dilihat dari sisi pendanaan.

"UNS membutuhkan dana untuk melakukan subsidi silang bagi mahasiswa yang tidak mampu, sebab UNS wajib menanggung beasiswa sebanyak 10 persen dari 20 persen mahasiswa yang tidak mampu," katanya.

Dengan alasan tersebut, UNS menetapkan akan mempertahankan ujian mandiri pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini. PTN yang sudah memutuskan untuk tidak melakukan ujian mandiri antara lain ITB, UGM Undip dan Unnes. Pembatalan ujian mandiri tersebut berdasarkan atas instruksi Menteri Pendidikan Nasional.

"Dalam instruksi Mendiknas tersebut hanya dikatakan pembatasan penerimaan mahasiswa lewat jalur ujian tulis minimal 60 persen dari jumlah mahasiswa baru yang akan diterima dan tidak ada klausul yang melarang," katanya.

Hanya, pelaksanaan ujian mandiri tersebut dilaksanakan setelah pengumuman ujian nasional (UN) dan SNMPTN, sehingga tidak dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Selengkapnya...

Monday, January 24, 2011

PMDK UNS Bersifat Nasional

Pihak sekolah mengaku senang dengan kebijakan baru pemerintah yang akan menasionalkan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) mulai 2011. Pasalnya mekanisme terbaru akan lebih menguntungkan siswa.

Kepala SMAN 1 Solo, Drs HM Thoyibun, saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Senin (10/1), mengungkapkan berdasarkan mekanisme yang baru, nantinya setiap siswa diperbolehkan memilih dua perguruan tinggi negeri (PTN) saat mendaftar melalui jalur PMDK atau jalur yang nantinya diganti dengan nama Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) melalui undangan nasional. “Jadi kesempatan siswa untuk diterima akan lebih besar,” ujarnya.

Namun demikian hingga Senin ia mengaku belum mendapatkan informasi resmi terkait perubahan itu. Menurutnya informasi resmi baru akan diterima sekolahnya pada 13 Januari. Selama ini, terangnya, cukup banyak siswa SMAN 1 Solo yang masuk PTN melalui jalur PMDK. Pada tahun 2010 ada 179 siswa yang diterima melalui PMDK. Sisanya masuk melalui jalur ujian masuk (UM) yang dilaksanakan sebelum UN dan SNMPTN. “Siswa yang akhirnya ikut SNMPTN hanya sekitar 65 siswa. Dari jumlah itu kebanyakan diterima,” jelasnya.

Thoyibun juga menyambut baik rencana pemerintah yang mengatur penerimaan mahasiswa baru agar dilaksanakan setelah pelaksanaan UN. Menurutnya hal itu akan membantu siswa agar fokus terhadap UN terlebih dahulu. Karena bebannya lebih ringan, kemungkinan hasil UN-nya juga akan lebih baik. “Siswa juga akan lebih serius mengerjakan soal-soal UN,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof Dr dr Much Syamsulhadi SpKJ (K) mengatakan bahwa jalur PMDK nantinya akan diganti dengan SNMPTN melalui undangan nasional. Lebih lanjut Pembantu Rektor I UNS, Prof Dr Ravik Karsidi MS menguraikan jika sebelumnya panitia PMDK adalah lokal setiap PTN, nantinya panitia bersifat nasional di pusat. Terkait persyaratan, kata Ravik, tidak ada perubahan signifikan.

“Kemungkinan sama dengan tahun lalu. Yaitu rapor siswa mulai semester I-V. Siswa yang berhak mendaftar adalah mereka yang menempati peringkat 20% terbaik di kelasnya. Jika satu kelas ada 40 siswa, berarti delapan siswa dengan perolehan nilai tertinggi,” imbuhnya.

UNS, imbuhnya, telah mengirimkan formulir kepada 800 sekolah di Indonesia agar mengisi data terkini tentang prestasi sekolah. Data itu akan menjadi salah dasar penentuan seorang siswa diterima melalui jalur SNMPTN undangan nasional atau tidak.
Selengkapnya...

ITS Terima Mahasiswa dari PMDK dan SNMPTN

Pemerintah telah menetapkan kuota minimal 60 persen untuk calon mahasiswa baru lewat Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN). Namun ITS belum menentukan berapa persen kuota yang diambilnya untuk tahun ini, apakah masih 85% seperti tahun lalu.

"Karena masih tentatif, kami masih belum ada keputusan. Kami masih merundingkan hal itu," kata Pembantu Rektor I, Arif Djunaidy, saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (14/1/2011).

Arif menerangkan bahwa 85 % SNMPTN dibagi dalam 2 jalur yakni jalur ujian tulis dan jalur undangan (PMDK). Arif lupa persentasi kedua jalur tersebut. Selain SNMPTN, kata Arif, ITS juga membuka jalur mandiri yang bakal mengisi kekurangan kuota SNMPTN yakni 15 %.

"Jalur mandiri tidak boleh sebelum atau berbarengan dengan SNMPTN. Jalur mandiri
dilakukan sesudah pelaksanaan SNMPTN," tambah Arif.

Apakah dengan peraturan ini ITS akan menjatah kuota SNMPTN seminimal mungkin, Arif belum bisa menjawab karena hal tersebut akan dirundingkan dahulu dengan pihak rektorat yang lain.
Selengkapnya...

Wednesday, August 18, 2010

426 Calon Mahasiswa Unej "Gugur"

Sebanyak 426 calon mahasiswa Universitas Jember (Unej) dari jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dinyatakan gugur karena tidak melakukan daftar ulang sesuai jadwal yang ditentukan, yaitu sejak 26 Juli hingga 6 Agustus 2010.

Staf Humas Unej, Iim Fahmi Ilman, Selasa (10/8/2010), mengatakan, jumlah calon mahasiswa yang diterima Unej melalui jalur SNMPTN 2010 sebanyak 1.969 orang. Dari jumlah tersebut, calon mahasiswa yang melakukan daftar ulang sebanyak 1.543 orang.

"Sebanyak 426 calon mahasiswa baru jalur SNMPTN belum melakukan daftar ulang atau registrasi tanpa keterangan jelas, sehingga ratusan mahasiswa itu dinyatakan gugur sebagai calon mahasiswa baru Unej," papar Iim.

Menurut dia, Unej sudah memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa yang diterima jalur SNMPTN untuk melakukan daftar ulang sesuai ketentuan dan batas waktu yang telah ditentukan. "Pihak Unej tidak mengetahui penyebab atau alasan ratusan mahasiswa itu tidak melakukan daftar ulang di beberapa waktu lalu," ucapnya.

Tahun ini, kata dia, calon mahasiswa baru yang diterima fakultas kedokteran jalur SNMPTN sebanyak 63 orang, namun yang melakukan daftar ulang sebanyak 53 orang. Di fakultas hukum tercatat sebanyak 226 calon mahasiswa baru yang diterima melalui jalur SNMPTN, namun hanya 184 orang yang mendaftar ulang.

Selain jalur SNMPTN, lanjut dia, Unej juga menerima calon mahasiswa baru melalui jalur PMDK, Beasiswa Bidik Misi, serta Ujian Masuk Lokal. Jumlah calon mahasiswa baru yang diterima Unej melalui jalur PMDK sebanyak 881 orang dari total peserta yang lolos seleksi PMDK sebanyak 1.301 orang. Mahasiswa baru yang diterima melalui Beasiswa Bidik Misi Unej sebanyak 326 orang, namun yang melakukan daftar ulang sebanyak 305 orang.
Selengkapnya...

Tuesday, September 15, 2009

PMDK Universitas Al Azhar Indonesia

Kesempatan Masuk Universitas Al Azhar Indonesia Tanpa Tes Melalui PMDK untuk Tahun Akademik 2009/2010 dan Mendapatkan Diskon 25% Uang Pembangunan (BPP)

UAI menerima lulusan SLTA yang berprestasi (ranking 1 s.d 5) di tingkat kelas atau sekolah melalui jalur PMDK untuk menjadi mahasiswa pada:
Fak. Teknik; Fak. MIPA; Fak. Ekonomi; Fak. Hukum; Fak. Agama Islam; Fak. Sastra; Fak. ISIP; dan Fak. Psikologi

Syarat Pendaftaran

  1. Melampirkan fotocopy rapor SLTA kelas 10, 11 dan kelas 12 semester 1.Â
  2. Surat keterangan dari Kepala Sekolah bahwa yang bersangkutan benar menduduki ranking (1 s.d 5) di kelas atau sekolah.
  3. Atau Surat Keterangan dari Kepala Sekolah bahwa yang bersangkutan benar memperoleh rata-rata nilai rapor ≥ 7 pada kelas 10, 11 dan 12 semester 1.
  4. Atau Surat Keterangan dari Kepala Sekolah bahwa yang bersangkutan benar menduduki ranking (1 s.d 5) yaitu ranking pada jurusan (IPA - IPS atau BHS) siswa yang bersangkutan, pada ujian akhir di tingkat sekolah masing-masing.
  5. Jumlah yang diterima melalui PMDK di setiap fakultas/program studi sangat terbatas (seleksi berdasarkan ranking dan nilai raport).

Cara Pendaftaran

  1. Mengisi formulir pendaftaran di kampus UAI secara langsung dan dilengkapi dengan lampirannya. Pendaftaran dilaksanakan (mengembalikan formulir & persyaratannya ke UAI) selambat-lambatnya tanggal 23 Januari 2009 (gelombang I), 3 April 2009 (gelombang II), dan 22 Mei 2009 (gelombang III),
    atau
  2. Mengirimkan surat lamaran yang dilengkapi dengan lampirannya dikirimkan via pos ke Panitia Pendaftaran Mahasiswa Baru d/a Kantor Registrasi pada alamat di bawah ini.

Keterangan lebih lanjut hubungi:

  1. Kantor registrasi di Kampus UAI, Komplek Mesjid Agung Al Azhar Jl. Sisingamangaraja Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110
  2. Atau melalui telepon & fax (021) 726 7272, 726 3344, 724 4456, 727 92753
    Fax: (021) 724 4767 dan email UAI di pmb@uai.ac.id Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya


Ciri Khas Universitas Al Azhar Indonesia : lulusan UAI sebagai sarjana yang profesional dalam bidangnya dibekali kompetensi tujuh elemen dasar berupa : Information Technology ; kemampuan berbahasa ; kemampuan manajemen dan leadership ; berjiwa wirausaha ; kerja praktek untuk membina networking dengan mitra kerja dan dilandasi nilai-nilai Islami. Semua Prodi wajib mengambil program 7 elemen dasar.
Selengkapnya...

Wednesday, September 9, 2009

PMDK Unair Jalur Prestasi


A. PENDAHULUAN

Jalur Prestasi diperuntukkan bagi lulusan SLTA (SMA, SMK, MA dan Ujian Persamaan) tahun 2009 yang mempunyai prestasi ilmiah atau non-ilmiah tertinggi di sekolah atau di luar sekolah dari seluruh jenis SLTA di Indonesia.
Prestasi yang menonjol di bidang ilmiah maupun non-ilmiah dari siswa-siswa di SLTA merupakan prediktor keberhasilan yang baik bagi seseorang di Perguruan Tinggi. Walaupun belum disimpulkan secara umum, namun banyak sekali mahasiswa berprestasi akademik adalah siswa-siswa berprestasi di SLTA-nya.
Universitas Airlangga memberikan penghargaan kepada siswa-siswa berprestasi tersebut dengan memberikan kesempatan untuk menjadi mahasiswa di Universitas Airlangga melalui Jalur Prestasi.
B. BEASISWA MENGIKUTI UJIAN (BMU)

Kepada calon peserta Jalur Prestasi dari keluarga kurang mampu akan mendapatkan bantuan Beasiswa Mengikuti Ujian (BMU) dalam bentuk biaya perjalanan, biaya hidup selama mengikuti ujian dan pembebasan biaya pendaftaran.

Prosedur dan mekanisme BMU adalah sebagai berikut:

1. Syarat Peserta:
1. Telah didaftarkan sebagai calon peserta PMDK-UNAIR Jalur Prestasi melalui sekolah masing-masing.
2. Berasal dari keluarga miskin (GAKIN) dengan kriteria penghasilan keluarga kurang dari Rp.1.000.000 (satu juta rupiah) per bulan.
3. Mendapatkan rekomendasi dari Kepala Sekolah masing-masing sesuai dengan formulir yang telah disediakan.
Formulir Surat Keterangan dapat di download disini.
2. Fasilitas BMU: bagi para siswa yang dinyatakan lolos sebagai calon penerima BMU akan mendapatkan fasilitas:
1. Biaya perjalanan dari domisili yang bersangkuitan ke tempat pendaftaran dan tempat ujian pergi-pulang.
2. Bimbingan belajar dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR.
3. Biaya hidup selama mengikuti bimbingan belajar sampai dengan ujian, selama 5 (lima) hari.
4. Pembebasan Biaya Pendaftaran Ujian.
5. Biaya hidup dan biaya pendidikan sampai dengan menyelesaikan pendidikan sarjana bagi yang lulus PMDK-UNAIR Jalur Prestasi

Prosedur penjaringan:

1. Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Universitas Airlangga mengirim surat ke sekolah yang telah mendaftarkan para siswanya agar Kepala Sekolah yang bersangkutan memberikan surat keterangan berasal dari keluarga miskin (GAKIN).
2. Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) UNAIR melakukan verifikasi kebenaran keterangan di lapangan.
3. Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Universitas Airlangga melakukan verifikasi Surat Keterangan dari Kepala Sekolah dan hasil verifikasi lapangan oleh BEM UNAIR.
4. Pengumuman dan pengaturan pelaksanaan seleksi.
Selengkapnya...

PMDK Unair (Universitas Airlangga)

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Penerimaan Calon Mahasiswa Baru di Perguruan Tinggi, maka Universitas Airlangga menetapkan bahwa penerimaan calon mahasiswa baru dilaksanakan melalui 2 (dua) sistem yaitu: Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM-PTN) dan Penelusuran Minat Dan Kemampuan Universitas Airlangga (PMDK-UNAIR).

PMDK-UNAIR adalah sistem penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga secara mandiri. Dalam sistem ini setiap peserta hanya dapat memilih program-program studi yang ada di Universitas Airlangga.

Untuk dapat diterima sebagai mahasiswa baru Universitas Airlangga melalui PMDK-UNAIR, tiap peserta harus lulus ujian tulis Tes Potensi dan Prestasi Akademik Universitas Airlangga (TPPA-UNAIR).

PMDK-UNAIR terdiri dari 4 (empat) Jalur yaitu Jalur Prestasi, Jalur Umum, Jalur Alih Jenis, dan Jalur Diploma.

  1. Jalur Prestasi
    Jalur Prestasi diperuntukkan bagi lulusan SLTA tahun 2009 yang mempunyai prestasi ilmiah atau non-ilmiah tertinggi di sekolah atau di luar sekolah dari seluruh jenis SLTA di Indonesia.

  2. Jalur Umum
    Jalur Umum diperuntukkan bagi lulusan SLTA pada umumnya. Yakni lulusan tahun 2007, 2008 dan 2009 yang memiliki kemampuan akademik untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan tinggi dengan baik.

  3. Jalur Alih Jenis
    Jalur Alih Jenis diperuntukkan bagi mereka yang ingin melanjutkan studi ke jenjang Sarjana (S1) di Universitas Airlangga, yang telah mempunyai prestasi akademik setara D3 atau S1.

  4. Jalur Diploma
    Program ini diperuntukkan bagi lulusan SLTA tahun 2007, 2008 dan 2009.

Selengkapnya...

Monday, December 22, 2008

Apa itu PMDK?



banksoal







PMDK adalah sistem penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan oleh suatu Universitas atau Institut secara mandiri. Dalam sistem ini setiap peserta hanya dapat memilih program-program studi yang ada di Universitas atau Institut tersebut. Sesuai dengan namanya PMDK merupakan penelusuran minat calon mahasiswa, bakatnya, juga kemampuannya. Perguruan Tinggi yang senior dalam jenis seleksi ini diantaranya IPB (Institut Pertanian Bogor). IPB mempersyaratkan peserta PMDK (atau USMI, Undangan Saleksi Masuk IPB red.), diantaranya sebagai berikut :
a. Pendaftaran di sekolah masing-masing
b. Seleksi melalui nilai rapor, tanpa tes tulis.
Lain halnya dengan UNAIR (Universitas Airlangga) di Surabaya mempersyaratkan peserta lulus dalam ujian tulis yang digelar. Untuk dapat diterima sebagai mahasiswa baru Universitas Airlangga melalui PMDK-UNAIR, tiap peserta harus lulus ujian tulis Tes Potensi dan Prestasi Akademik Universitas Airlangga (TPPA-UNAIR).

Bahkan PMDK-UNAIR terdiri dari 4 Jalur yaitu Jalur Prestasi, Jalur Umum, Jalur Alih Jenjang, dan Jalur Diploma
Jalur Prestasi
Jalur Prestasi diperuntukkan bagi lulusan SLTA (SMA, SMK, MA dan Ujian Persamaan) tahun 2008 yang mempunyai prestasi ilmiah atau non-ilmiah tertinggi di sekolah atau di luar sekolah dari seluruh jenis SLTA di Indonesia.
Jalur Umum
Jalur Umum diperuntukkan bagi lulusan SLTA (SMA, SMK, MA dan Ujian Persamaan) pada umumnya. Yakni lulusan tahun 2006, 2007 dan 2008 yang memiliki kemampuan akademik untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan tinggi dengan baik.
Jalur Alih Jenjang
Jalur Alih Jenjang diperuntukkan bagi mereka yang ingin melanjutkan studi ke jenjang Sarjana (S1) di Universitas Airlangga, yang telah mempunyai prestasi akademik setara D3 atau S1.
Jalur Diploma
Dewan
Pengamat Pendidikan dari Parijs van Java



Selengkapnya...

Saturday, December 20, 2008

PMDK

Penelusuran minat dan kemampuan Selengkapnya...

Followers

PMDK © 2009 Template Redesign by Not Just A Reference.

TOP