Showing posts with label Otosports. Show all posts
Showing posts with label Otosports. Show all posts

Wednesday, April 6, 2011

Casey Stoner Kandidat Terkuat Juara Dunia


Bukannya menutup mata terhadap hasil balapan motogp di Jerez dimana Casey Stoner tak menuai angka satu pun. Akan tetapi kalau melihat skill dan talenta Casey Stoner kami berani mengatakan bahwa Ia Calon Terkuat Juara Dunia Motogp 2011. Sejak Motogp 2011 digelar di Qatar Casey sang Bintang MotoGP kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai pembalap tercepat di musim pertama MotoGP di Qatar , Senin dinihari kemarin, menekuk rekan sesama Jorge Lorenzo dengan unggul 3.44 detik di Sirkuit Losail. Pembalap berusia 27 tahun ini mempertegas dominasinya dengan menyapu bersih tiga sesi latihan sebelumnya. Walaupun begitu, ia tidak memulai start dengan bagus.

Casey Stoner tidak memulai start dengan baik dan ia mulai khawatir posisinya bakal direbut pembalap-pembalap lain di belakangnya. Lap awal benar-benar sangat sulit baginya bertarung bersama motor dengan tanki penuh. Tapi ia meyakinkan dirinya, dan saat ia merasa nyaman ia memutuskan untuk bertarung sepenuh hati dan terus melaju.

Sang pembalap berbahaya ini berusaha tidak terpengaruh saat Pedrosa mengambil alih posisinya memimpin di depan. Ia bahkan membiarkan Lorenzo menyalip untuk merebut posisinya saat awal lap. Tapi mental dan fokus seorang Casey Stoner memang patut diacungi jempol, ia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mengambil alih lap kedua, diikuti Pedrosa di belakangnya yang muncul dari posisi lima yang akhirnya harus mengakui kehebatan sang pembalap Aussie ini.


Casey Stoner, sang penghajar lintasan kasar MotoGP asal Australia memang selalu jadi ancaman di atas sirkuit. Ia menjadi rival yang kerap memaksa juara dunia Valentino Rossi maupun Jorge Lorenzo mengakui kepiawaiannya di beberapa seri. Seorang yang awalnya tidak pernah diperhitungkan, penyandang nama panggung “Crashy Stoner” karena tabrakan yang berkali-kali dialaminya hingga dianugrahi julukan “Baby-faced Assasin dan “The Number One” oleh para penikmat balapan roda dua.

Lahir di Southport, Queensland Australia, tepatnya tanggal 16 Oktober 1985, ia dibesarkan di tengah-tengah keluarga yang memang sangat akrab dengan dunia balapan. Casey Stoner merupakan anak kedua dari pasangan Colin Stoner (seorang tukang cat keliling yang sering menjadi pembalap motor amatir, yang kelak menjadi mentor sekaligus manajernya) dan Bronwyn. Casey memiliki seorang kakak perempuan bernama Kelly Stoner yang juga memiliki kesamaan hobi dan sering turun dalam ajang balapan motor amatir daerahnya. Sejak dini, Stoner sudah mengenal dunia balap motor. Tahun 1993, keluarga Stoner pindah dari Southport menuju ke Kurri Kurri di New South Wales dalam upaya mereka mendukung Stoner kecil mengikuti balapan. Sepeda motor pertamanya ia jajal pada usia 4 tahun setelah diajarkan oleh kakaknya dan mulai ikut kompetisi dalam sebuah balapan tanah kelas U9 (di bawah usia 9 tahun) di Gold Coast, Australia.

Colin Stoner, ayah Casey pernah berujar, "Ia tahu betul apa yang harus dilakukan pada motornya agar memberikan feedback terbaik”. Casey menunggangi kendaraannya hingga titik ekstrem parameter pada umumnya. Eksperimennya dianggap keluar jalur, tidak lazim, terlebih kegilaan yang coba direpresentasikannya di atas sirkuit. Yang terbersit di rider Oakley ini hanyalah, ia tidak akan pernah mendapatkan semua kesempatan jika ia tidak memicu maksimal walau kesempatan menang sama besarnya dengan peluang kecelakaan. Baginya, kecelakaan adalah sebagian kecil jalan menuju peluang untuk menang. Push to the limits, dengan kesamaan filsafat inilah ia mempercayakan teknologi Oakley, pemimpin inovasi teknologi eyewear terdepan di dunia untuk melindungi matanya saat berpacu di sirkuit.

Prestasi ditambah nyali nekad saat mengendarai motornya telah menginspirasi Oakley untuk mengeluarkan edisi Ducati Scalpel Casey Stoner Signature Series, eyewear dengan tulisan “Stoner 27” yang terukir di bagian bawah, dibalut dengan frame polished black tergurat warna “Ducati” merah. Ia menjadi contoh nyata tentang kerja keras dan konsistensi hidup.

Kegagalannya di sirkuit Jerez mudah-mudahan tak telalu berpengaruh padanya. Seperti kita tahu bahwa kegagalan Casey Stoner menuai angka di Jerez tidak lepas dari kesalahan yang dilakukan Valentino Rossi. Keduanya pun terlibat percakapan usai balapan. Apa?

Saat itu Rossi berusaha menyalip Stoner dari sisi dalam tikungan, untuk menempati posisi dua. Namun, usaha itu tidak sempurna dan Rossi terjatuh dari motor.

Insiden itu lantas berimbas secara negatif untuk Stoner yang tepat ada di sisi kiri Rossi. Stoner ikut terjatuh dari motornya.

Usai terjatuh, Rossi masih bisa melanjutkan balapan dan bahkan finis di posisi lima. Sedangkan nasib Stoner jauh lebih buruk karena tak dapat meneruskan sehingga hampa angka.

Segera setelah balapan, si rider Ducati yang merasa bersalah kemudian mencari Stoner ke pit Honda. Di sana Rossi terlibat pembicaraan dengan Stoner, setelah keduanya terlihat berjabat tangan.

Berikut percakapan Rossi dengan Stoner, sebagaimana dilansir oleh situs Crash:

Stoner (tersenyum): Bagaimana bahumu? Apa baik-baik saja?

Rossi (masih mengenakan helm): Aku sangat menyesal

Stoner: Tak apa-apa. Kamu masih memiliki masalah dengan bahumu?

Rossi: Aku membuat sebuah kesalahan

Stoner: Yeah. Keinginanmu tadi jelas melebihi kemampuanmu (ingin menyalip)

Rossi: Eh?

Stoner: Keinginan melebihi kemampuan

Rossi: Aku sangat menyesal

Stoner: Tidak masalah

Sapaan yang sopan dari seorang Casey memang melebihi mentalitas jawara Rossi, ia terkesan tak dendam walaupun ada kesan menyalahkan tapi dibuat dalam bahasa sesopan mungkin. Casey Stoner memang Kandidat Terkuat Juara Dunia 2011!
Selengkapnya...

Sunday, October 18, 2009

Jenson Button Juara Dunia

Interlagos menjadi tempat istimewa untuk Brawn GP. Di sini mereka memastikan predikat juara dunia konstruktor sekaligus mengantarkan Jenson Button jadi juara dunia.


Kepastian tersebut lahir di GP Brasil, Senin (19/10/2009) lepas tengah malam WIB. Button hanya finis di posisi lima tapi itu cukup untuk membuatnya jadi kampiun musim ini.

Raihan angka Button yang kini mencapai 89 takkan bisa disusul lagi oleh para pesaing terdekatnya kendati masih ada satu seri sisa. Button kini mengoleksi 89 poin, sementara Sebastian Vettel (Red Bull) ada di posisi dua dengan 74 angka dan Rubens Barrichello punya 72 poin.

Sementara itu, Mark Webber tampil jadi juara di Interlagos. Ini adalah gelar juara kedua untuknya musim ini setelah naik podium pertama di Jerman.

Barrichello yang sebelumnya ada di posisi dua klasemen kini harus tergusur ke tempat ketiga di belakang Sebastian Vettel. Itu dikarenakan dalam balapan Barrichello hanya finis di tempat delapan sementara Vettel di posisi empat di Interlagos.

Akan tetapi capaian Barrichello dan Button sudah cukup untuk memastikan gelar juara dunia konstruktor jadi milik Brawn GP dengan poin 161, jauh melebihi Red Bull yang punya 135,5 angka.

Jalannya Balapan

Balapan di GP Brasil langsung berjalan seru sedari awal. Sejumlah insiden terjadi selepas start dalam balapan di Interlagos tersebut.

Lap pertama langsung diisi oleh sejumlah insiden. Heikki Kovalainen dan Giancarlo Fisichella bersinggungan dan keluar lintasan. Sementara sayap depan Kimi Raikkonen rusak setelah kena ban belakang Adrian Sutil. Jarno Trulli setelah itu melintir keluar dari lintasan dan mobilnya rusak berat.

Di awal lap kedua, Jarno Trulli dan Adrian Sutil terlihat berdebat di tepi lintasan dan saling dorong tampak menyalahkan atas insiden sebelumnya.

Di pitlane, Raikkonen masuk mengurus sayap depannya. Kovalainen juga masuk pit dan mengisi bahan bakar tapi setelahnya selang tampak terpotong dengan Kovalainen sudah melaju. Tak ayal isi bahan bakar menyembur ke belakang dan mengenai Raikkonen yang mobilnya langsung diselubungi api.

Fernando Alonso menyusul Trulli dan Sutil out dari balapan. Ini dimanfaatkan Jenson Button yang merangsek ke posisi sembilan. Safety car masih mengawal balapan.

Tak lama berselang, Button memperbaiki posisi masuk ke zona poin dengan melewati Romain Grosjean dan Kazuki Nakajima untuk duduk di posisi delapan. Bisakah dia mengejar podium dengan 65 lap tersisa?

Sepuluh lap habis, Rubens Barrichello masih memimpin balapan di posisi terdepan. Button yang jadi rekan satu timnya di Brawn GP sementara itu sudah ada di posisi tujuh saja.

Didapatkan informasi bahwa insiden pitlane yang melibatkan Kovalainen tengah diselidiki. Penyelidikan serupa juga tengah dilakukan menyoal sejumlah insiden yang hadir di awal balapan yakni Trulli, Sutil, Kovalainen.

Masih ada 55 lap tersisa, Barrichello di tempat terdepan dengan keunggulan dua detik dari Mark Webber yang ada di posisi dua. Robert Kubica membuntuti di tempat ketiga.

Memasuki lap ke-20, Barrichello masuk pit untuk mengisi bahan bakar. Cuma 4,1 detik yang dia habiskan di sana dan kembali ke lintasan di depan Vettel, kendati tak lama Vettel melewatinya. Nick Heidfeld sementara itu tampak bergeming di tepi lintasan.

Posisi balapan sementara adalah Webber di depan diikuti Kubica dan Nico Rosberg. Barrichello sementara itu tengah ditempel Hamilton. Kubica lantas masuk pit dan kembali ke lintasan di posisi delapan balapan.

Button kini sudah menempati posisi dua dengan 47 lap masih tersisa! Dia menempel Webber di depannya dan dibuntuti Kamui Kobayashi. Webber kemudian masuk pit dan berhasil keluar lagi di depan Button.

Button akhirnya masuk pit untuk kali pertama. Membutuhkan waktu 7,5 detik untuk mengisi bahan bakar, dia bergabung kembali di posisi sepuluh. Sudah 30 lap dijalani kini.

Tak lama berselang, Nakajima melintir keluar dari lintasan dan kandas di dinding pengaman di luar lintasan. Tapi dia tampaknya baik-baik saja. Button sementara itu menanjak ke posisi sembilan.

Memasuki lap 34, Button kembali merangsek ke depan dengan melewati Buemi untuk menempati tempat delapan. Dua lap kemudian, Webber tercatat masih di depan diikuti Vettel, Kubica dan Barrichello.

Pada lap 40 Kubica terus memangkas selisih dengan Webber yang kini tinggal 6,3 detik. Barrichello masih di posisi tiga, sementara Button terus ngebut dan duduk di tempat enam.

Tinggal 20 lap lagi! Posisi sementara balapan adalah Webber, Kubica, Button, Vettel dan Buemi. Meski Button besar kemungkinan harus masuk pit lagi karena baru melakukan 1 stop, diprediksi dia bisa mendapat poin yang cukup untuk memastikan gelar juara dunia.

Sepuluh lap tersisa, gelar juara Button makin dekat saja. Barrichello sudah dilewati Hamilton yang kini duduk di posisi tiga sementara Button ada di tempat enam. Jika posisi ini tetap bertahan Button pun jadi kampiun musim ini!

Pada akhirnya, Webber melintasi garis finis duluan diikuti Kubica dan Hamilton sementara Button ditahbiskan jadi juara dunia musim ini usai finis kelima.
Selengkapnya...

Tuesday, September 15, 2009

Kimi Raikkonen Kecewa Tapi Bersyukur

Monza - Hasil di GP Italia melahirkan efek campur-campur untuk Kimi Raikkonen. Si pembalap Ferrari senang bisa finis di posisi tiga tapi juga frustrasi karena jauh ketinggalan dari duo Brawn GP.

Podium sekali lagi berhasil dicapai Raikkonen, membuatnya sudah empat seri terakhir selalu berhasil finis di posisi tiga besar. Di Monza, Minggu (13/9/2009), itu dia capai usai Lewis Hamilton melintir dan kehilangan posisi tiganya.

"Kami mendapatkan posisi tiga sebagai sedikit hadiah, tapi itu tidak penting, tetap saja masuk hitungan. Ini poin bagus untuk kami dan kami butuh itu," tegasnya di ITV.

Dapat mengakhiri balapan di posisi tiga memang memuaskan untuk Raikkonen. Namun, yang kurang dia terima adalah selisih catatan waktunya dengan duo Brawn GP yang finis di depannya.

Rubens Barrichello yang jadi juara dengan waktu 1 jam 16 menit 21,706 detik dan Jenson Button menguntit di belakang dan hanya ketinggalan 2,8 detik. Sementara Raikkonen malah berselisih sampai 30,6 detik dari Barrichello.

"Cukup mengecewakan usai berkendara sebaik mungkin di setiap lap, tak bikin kesalahn besar dan tetap saja finis jauh di belakang kedua pembalap terdepan."

"Jadi ini bukan posisi sempurna buat saya atau buat tim, tapi setidaknya kami mendapat poin yang kami butuhkan dan saya pikir kami sudah bisa memaksimalkan mobil akhir pekan ini," demikian Raikkonen.
Selengkapnya...

Wednesday, September 9, 2009

Stoner Segera Kembali!

Casey Stoner sudah mendapatkan istirahat yang ia perlukan sejak diserang penyakit misterius beberapa bulan lalu. Ducati yakin kalau Stoner akan segera kembali secepatnya.


Stoner mulai diserang sakit di bagian perut sejak MotoGP Amerika Serikat awal Juli lalu. Setelah didiagnosa terkena anemia dan radang di perut, pembalap Australia itu memutuskan absen sementara.

Pembalap kelahiran 23 tahun lalu itu pun diperbolehkan tidak membalap di Republik Ceko, Indianapolis dan San Marino. Meski banyak yang ragu Stoner akan kembali di Portugal bulan depan, tidak demikian halnya dengan Ducati.

"Kami memang belum menengoknya di Australia, tetapi saya tak punya keraguan dia akan kembali dengan kekuatan yang sama, bahkan mungkin lebih," ujar bos Ducati Livio Suppo yang dikutip Autosport.

"Saya kenal betul dengannya. Dia memang benar-benar tidak sehat secara fisik dan dia memang membutuhkan masa rehat itu," lanjut Suppo.

Suppo juga merasa yakin kalau masa istirahat yang diberikan timnya kepada Stoner telah berhasil mengembalikan juara dunia MotoGP 2007 itu ke kondisi terbaiknya.

"Dia beristirahat dan itu berhasil. Dia merasa terus membaik tiap hari. Saya tahu kami pasti dikritik karena tidak ke Australia. Namun saya kenal baik Casey dan dia seperti teman terdekat. Anda mungkin lama tidak bicara dengannya, tetapi saat Anda bertemu lagi, tidak ada yang berubah darinya," tuntas Suppo.
Emh, gak salah tuh? Harusnya Suppo memperhatikan dan menengok Satu-satunya Pembalap Ducati yang berhasil membawa Ducati jadi Juara Dunia!
Selengkapnya...

Rossi Bisa Sukses Juga di Formula 1

Jika benar The Doctor jadi pindah jalur ke Formula 1, ada yang meyakini kalau The Doctor bakal bisa sukses seperti di MotoGP. Kenapa? Karena Rossi terlalu hebat buat balapan jet darat itu.


Rossi seperti tak henti-hentinya dikaitkan dengan isu kalau ia akan pindah profesi menjadi pembalap F1. Itu terjadi semenjak Rossi mulai melakukan ujicoba dengan Ferrari pada tahun 2004 silam.

Bahkan Rossi pun mengatakan kalau ia bisa saja menjadi pembalap 'Tim Kuda Jingkrak' usai kontraknya bersama Yamaha usai pada 2011. Rumor itu semakin kencang akhir pekan lalu, ketika Rossi tertarik mengisi posisi Felipe Massa sebagai rekan Kimi Raikkonen di GP Monza, sebelum akhirnya manajemen Ferrari menunjuk Giancarlo Fisichella.

Adalah legenda Formula 1 asal Inggris, Sir Stirling Moss, yang berkomentar mengenai pemberitaan seputar niat Rossi untuk menjajal Formula Satu. Ia menilai dengan segala kesuksesan yang ia telah reguk di balapan roda dua itu, Rossi dapat mentransformasikannya kala ia jadi berkarir di F1.

"Aku rasa Rossi bisa sukses di F1 jika ia meinginkannya. Jika kamu bagus di satu balapan motorsport, kamu akan bisa sukses di satunya lagi," tutur Moss kepada Eurosports.

"Rossi mempunyai talenta tinggi dan mengerti soal kecepatan. Aku rasa ia bisa sukses di F1, walaupun sudah berumur 32 tahun ketika ia pensiun dari MotoGP," sambungnya.

Selain sebagai seorang pembalap hebat, di luar sirkuit Rossi dikenal sebagai pribadi yang ramah dan humoris. Moss merasa kalau hal itu bisa jadi ganjalan kala Rossi musti beradaptasi dengan situasi paddock F1 yang mempunyai tingkat keseriusan lebih tinggi daripada di MotoGP. Ditakutkan kalau suasana itu nantinya akan berpengaruh buruk bagi juara dunia enam kali MotoGP itu.

"Namun secara pribadi aku tidak akan menyarankannya (Rossi ke F1). Aku pikir ia terlalu hebat untuk F1. Ia akan membuat revolusi di dalam paddock dengan membawa sifat humorisnya," jelas pria berusia 80 tahun itu.

"Jika Rossi serius ingin membalap di F1, aku yakin dengan hasrat dan dedikasinya akan menghasilkan sebuah kesuksesan. Tapi aku pikir ia tak perlu melakukannya karena itu merupakan sebuah langkah mundur," pungkas Moss.
Selengkapnya...

Tuesday, September 1, 2009

Kimi is The King of SPA

Kimi Raikkonen mulai menunjukkan grafik performa konsisten di deretan depan. Tak cuma menang lagi setelah satu tahun lebih, dia juga memberi podium teratas pertama buat Ferrari di musim ini.

Juara dunia 2007 ini menjadi yang terbaik pada balapan seri ke-12 pada GP Belgia, Minggu (30/8/2009). Ini adalah kali kempat dari lima edisi terakhir balapan di sirkuit Spa-Francorchamps ia menjadi juaranya.

Yang sangat melegakan buat fans Kimi adalah ini adalah kemenangannya yang pertama dari 26 seri terakhir yang dia ikuti, atau sejak GP Spanyol, April 2008. Total, sudah 18 kali pria 29 tahun ini naik mimbar kemenangan sejak mengikuti ajang jet darat ini delapan tahun silam.

Tak hanya untuk Kimi, sukses tersebut menjadi kemenangan pertama buat Ferrari di musim ini. "Scuderia", yang bahkan baru lima kali mencapai podium dari kedua pembalapnya. Kali terakhir mereka juara adalah di seri terakhir tahun lalu di Brasil, atas nama Felipe Massa.

"Meraih kemenangan ini sekarang … Cukup lama sejak kali terakhir. Tujuanku memang memenangi sedikitnya satu balapan dan finish tiga besar di akhir musim. Ini sangat membantu kami, tapi aku pun butuh upaya lebih untuk memenangi balapan hari ini," ujar Kimi, yang tiga dari empat podiumnya di musim ini ia raih secara berturut-turut.

"Kami bukan yang tercepat dalam lap time, tapi kami yang paling kencang dan menjaga yang lain tetap di belakang," sambungnya, dikutip AFP. "Ini luar biasa untuk tim dan mudah-mudahan kami bisa memperoleh hasil-hasil yang bagus setelah ini. Aku selalu tampil baik di sini. Kita lihat saja nanti, apa yang bisa kami lakukan di sisa musim."

Di klasemen sementara Kimi berada di urutan lima dengan nilai 34. Ia terpaut 38 poin dari pimpinan klasemen sementara Jenson Button, yang dalam lima seri terakhir belum lagi naik podium.
Selengkapnya...

Lawan Terkuat Rossi

Valentino Rossi merindukan kehadiran Casey Stoner. Sebab bagi The Doctor, hanya pembalap Ducati itu lah yang bisa membuat persaingan dan balapan menjadi semakin seru.

Kemenangan Rossi di MotoGP Ceko pekan lalu membuat pembalap FIAT Yamaha tersebut kokoh di puncak klasemen sementara dengan poin 212. Ia unggul cukup jauh dari pesaing terdekatnya Jorge Lorenzo. Dengan enam seri tersisa, maka peluang The Doctor untuk merengkuh titel juara dunia musim ini sangat besar.

Namun, di balik itu semua, Rossi menyimpan kerinduan. Ia merindukan sebuah persaingan yang ketat. Menurut Rossi, persaingan itu hanya bisa dihadirkan oleh seorang Stoner.

Di GP Ceko, Stoner absen. "Tiadanya Casey membuat saya kehilangan pesaing utama dalam tiga musim terakhir. Tanpa dia dan Ducati, balapan menjadi terasa lebih menjemukan," demikian Rossi seperti dikutip dari Motorcycling Australia.

"Bukan hanya saya, namun kami semua rindu untuk bertarung dengan Casey. Ia tidak bisa begitu saja diabaikan. Ia sungguh cepat musim ini dan mememangni dua balapan. Jadi sungguh mengejutkan bahwa dia akan absen dalam beberapa balapan," tukas pembalap asal Italia itu.

Guna pemulihan kondisi fisik, Stoner terpaksa absen dalam tiga balapan. Selain di Ceko, pembalap asal Australia itu juga tidak akan turun dalam gelaran di Amerika Serikat dan San Marino. Ia dijadwalkan baru berlaga pada MotoGP Portugal awal Oktober mendatang.

Namun sepertinya rasa rindu The Doctor untuk bersaing dengan juara dunia tahun 2007 itu sangatlah tinggi. "Bagi saya, Casey harus kembali tampil di balapan berikutnya dan tidak perlu menunggu lagi untuk itu. Namun sayang, saya tidak mengetahui bagaimana kondisi fisiknya," pungkas Rossi.
Selengkapnya...

Followers

PMDK © 2009 Template Redesign by Not Just A Reference.

TOP