Showing posts with label Geography. Show all posts
Showing posts with label Geography. Show all posts

Monday, April 25, 2011

Gempa Cilacap 26 April 2011

Siang hari sekitar pukul 13:39:33 WIB kami warga Ciamis merasakan ada gempa. Menurut BMG Gempa itu terjadi di Lokasi :8.60 LS-108.36 BT Kedalaman : 24 Km 120 km Barat Daya CILACAP-JATENG dan tidak berpotensi Tsunami. Kedalaman gempa berada di 24 KM. Getaran gempa dirasakan hingga kota Semarang dan Ciamis, bahkan Garut dan Bandung.

Dirasakan di Kota Bandung Jawa Barat

Sejumlah warga di Kota Bandung merasakan adanya gempa, Selasa (26/4). Terutama para karyawan yang bekerja di perkantoran yang bertingkat, merasakan adanya getaran kira-kira pukul 13.40. Beberapa di antaranya sempat panik.


"Getarannya cukup terasa. Saya melihat air yang dalam gelas di meja bergerak-gerak. Ternyata ada gempa. Tapi tidak berapa lama kejadiannya. Cuma beberapa detik, walau begitu kepala sempat pusing," ujar Nia seorang karyawati yang kantornya di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.

Di Ciamis dan Di Garut

Warga di beberapa wilayah di Jawa Barat, seperti Garut, Ciamis dan lainnya panik dan secara spontan berhamburan keluar rumah untuk menghindari gempa susulan.

"Terasa sekali dua kali kerasanya, yang pertama kecil, yang kedua gede," kata Kusuma Ningrum, warga Kampung Lengkong, Kecamatan, Samarang, Garut.

Bahkan seluruh PNS di komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Garut, berhamburan keluar rumah, dan belum berani masuk kantor masing-masing.

Selain Garut, dikabarkan warga Tasikmalaya berbatasan dengan Garut merasakan guncangan gempa yang sama terasa cukup kuat.

Sementara di Ciamis tempat tinggal penulis, di sekitar daerah Lumbung (Pusat Pertokoan) warga berhamburan keluar dan penulis pun keluar terus nelpon ke rumah diangkat anakku Sony Chandra menyuruh agar keluar rumah demi keamanan.

Sementara dari Cilacap sendiri dilaporkan meskipun gempa tidak berlangsung lama, namun ada beberapa warga yang khawatir sehinga berhamburan keluar dari gedung.

"Hanya sebentar gempanya. Tadi beberapa orang di kantor ini sempat keluar ruangan karena khawatir. Tapi nggak lama masuk lagi," ujar Ari, warga Gumilir, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (26/4/2011).

Menurutnya, tidak ada kerusakan akibat peristiwa ini. Warga pun tidak ada yang terlihat pergi meninggalkan rumahnya.

Sementara itu, petugas Polsek Cilacap Utara mengatakan, situasi di Cilacap masih aman kendati telah diguncang gempa cukup kuat.

"Tadi memang ada gempa tapi masih aman-aman saja," ucap petugas tersebut.

Hal yang sama disampaikan Kabagop Polres Cilacap Kompol Widiantoro. Ketika gempa terjadi, dia sedang makan siang. Getaran gempa dirasakan, namun kondisi Cilacap masih normal.

"Soal kerusakan belum terlihat. Warga di pesisir pantai juga normal," kata Widiantoro yang tengah berpatroli keliling kota ini.

Informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), Selasa (26/4/2011) menginformasikan, gempa 6,3 SR terjadi pukul 13.39 WIB. Pusat Gempa terjadi di 120 km barat daya Cilacap.

Gempa 6,3 Skala Richter yang mengguncang Cilacap itu juga dirasakan sebagian warga Jakarta.

Di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, gempa dirasakan menggoyang karyawan yang berada di gedung perkantoran, meski hanya beberapa detik saja.

Goyangan gempa juga dirasakan seorang karyawan di gedung perkantoran di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan.

“Terasa di lantai 3 di sini goyangan gempa,” ujar Natalia, Selasa (26/4/2011). Meski demikian tidak ada kepanikan karena gempa tidak dirasakan kuat dan hanya beberapa saat.

Seperti dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa menggoyang pada pukul 13.39 WIB.

Titik pusat gempa berada pada 120 kilometer barat daya Cilacap, Jateng, pada kedalaman 24 kilometer.

Belum diketahui apakan ada kerusakan atau korban akibat gempa ini.

Keterangan Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Ahmad Lani, Selasa, (26/4), gempa berkekuatan 6,3 skala Richter kembali mengguncang perairan selatan Cilacap. Titik gempa berada di 120 kilometer barat daya Cilacap. Gempa terjadi pada kedalaman 24 kilometer.

Lani mengatakan gempa terjadi pada pukul 13.39 WIB. Titik gempa berada di posisi 8.60 Lintang Selatan dan 108.36 Bujur Timur.

Menurut Lani, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak panik.

Perairan Cilacap pada Senin (4/4) lalu juga dilanda gempa. Gempa berkekuatan 7,1 skala Richter tersebut saat itu dinyatakan berpotensi tsunami, tapi kemudian dicabut karena tidak ada tsunami.

Gempa dirasakan cukup kuat. “Getarannya cukup kuat, membuat saya pusing,” ujar Budiman, warga Adipala, Cilacap.

Gempa siang ini juga dirasakan warga Banyumas. “Lampu ikut bergoyang dan kursi yang saya duduki bergerak,” ujar Dwiyono, warga Pabuaran, Banyumas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cilacap Suherman mengatakan, pihaknya belum menerima laporan adanya kerusakan akibat gempa. “Kami terus berkeliling untuk menenangkan masyarakat. Gempa ini tidak berpotensi tsunami,” katanya.

Sejauh ini, kata dia, aparat desa di daerah pesisir sudah diperintahkan menenangkan warga. Warga diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh isu tsunami.

Memang gempa tektonik pernah juga mengguncang Jawa Tengah dan Jawa Barat, 4 April 2011 pukul 03:07 WIB. Pusat gempa di kedalaman Samudra Hindia, 270 km baratdaya Cilacap sehingga kemudian dinamakan gempa Cilacap.

Pusat Gempa Nasional BMKG mencatat gempa itu mempunyai magnitude 7,1 skala Richter dan kedalaman sumber 10 km, sehingga dinyatakan berpotensi tsunami. Peringatan dini tsunami segera diudarakan dan memicu evakuasi penduduk pesisir selatan Jawa, terutama di Cilacap. Namun peringatan dini segera dicabut, setelah dua jam kemudian tak ada tanda-tanda perubahan muka air laut Samudra Hindia.

Sementara itu, National Earthquake Information Center USGS (AS) mencatat gempa itu mempunyai magnitude momen 6,7. Beda angka magnitude antara BMKG dan USGS hanya perbedaan pemilihan jenis magnitude dan bukan perbedaan nyata.
Memicu Kepanikan Meski tergolong gempa kuat, jauhnya sumber menyebabkan getaran terlemahkan begitu mencapai daratan Jawa. Getaran maksimum 3 Modified Mercalli Intensity (MMI), setara getaran yang dirasakan kala berdiri di pinggir jalan saat sebuah truk tronton melintas, terjadi di pesisir selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah, khususnya di kota Cilacap, Tasikmalaya, dan Garut. Skala getaran 3 MMI belum mampu menghasilkan kerusakan/keruntuhan bangunan, karena butuh getaran minimal 6 MMI.

Dilaporkan : Asep Dewan dari Ciamis
Selengkapnya...

Tuesday, September 15, 2009

Goa Terbesar di Dunia?

Sebuah goa di dalam Taman Nasional Phong Nha-Ke Bang, Vietnam, digadang-gadang sebagai goa terbesar di dunia. Betapa tidak, lebar rongganya mencapai 150 meter dan tingginya 200 meter.

"Goa tersebut panjangnya 6,5 kilometer saat ini, tetapi ujung rongganya masih berlanjut dengan dinding kalsit setinggi 45 meter yang menghentikan langkah kami," ujar Adam Spillane, salah satu anggota tim ekspedisi dari Inggris yang menelusuri goa tersebut.

Goa yang diberi nama Hang Son Doong atau berarti goa sungai pegunungan itu ditemukan pertama kali oleh penjaga hutan bernama Ho Khanh pada 1991. Namun, tak seorang pun yang pernah menelusurinya karena besarnya dan tekanan angin yang tinggi karena adanya sungai bawah tanah yang sangat besar.

Sebanyak 13 orang gabungan penjelajah dari Universitas Sains Vietnam dan penjelajah Inggris akhirnya menggelar Caving Expedition 2009 masuk ke dalam goa. Mereka menghabiskan waktu lima hari pada pertengahan April untuk menyurvei jalur goa.

Dengan membawa alat ukur berbasis LaserRace 300, tim dapat mengukur tinggi langit-langit dan lebar rongga di sepanjang perjalanan dengan harapan dapat membuat petanya. Saat ini datanya masih dianalisis.

Namun, hasil laporan awal menunjukkan, besar rongga utamanya mencapai dua kali lipat rekor goa terbesar saat ini. Jadi, Hang Son Doong mungkin goa terbesar yang ada di dunia saat ini.
Selengkapnya...

Thursday, September 10, 2009

Gunung Berapi Terbesar di Indonesia

Gunung raksasa yang ditemukan di perairan barat Sumatera mungkin memecahkan rekor sebagai gunung berapi terbesar di Indonesia. Demikian menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Gunung Kerinci yang tingginya sekitar 3.800 meter dan Gunung Semeru sekitar 3.600 meter kalah dengan gunung yang baru ditemukan di perairan Bengkulu tersebut. Kalau gunung ini memang benar gunung api, maka gunung ini merupakan gunung api terbesar di Indonesia," kata Kepala PVMBG Badan Geologi, Bandung, Surono di Jakarta, Jumat (29/5).

Lokasi gunung tersebut berada di Palung Sunda di barat daya Sumatera, terletak kira-kira 330 km dari Bengkulu. Tingginya diperkirakan 4.600 meter dengan puncaknya ada di kedalaman 1.280 meter dari permukaan laut. Diameternya diperkirakan sekitar 50 km.

Ia memprediksi, gunung api yang ditemukan itu sebelumnya pernah beberapa kali meletus sehingga material-material letusannya membuat gunung itu semakin besar seperti sekarang ini. Menurut Surono, para peneliti harus meneliti lebih lanjut untuk mengetahui kepastian gunung merapi itu, seperti tingkat keaktifan magmanya, memiliki lubang pada bagian atasnya sebagai tempat untuk keluar letusan dan lainnya.

Bila gunung itu merupakan gunung berapi, lanjut Surono, akan sangat berbahaya bila meletus. Gunung api yang berada di tengah laut itu bisa menimbulkan gelombang besar di permukaan laut, bahkan tsunami. Oleh sebab itu, perlu ada perhatian serius dari pemerintah untuk mengantisipasi hal itu.

"Para peneliti juga harus melakukan pengawasan dan pemantauan mengenai kondisi gunung tersebut serta membuat peta rawan bencana di sekitar gunung itu sehingga dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Surono memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral CGG Veritas dan Institut de Physique Globe Paris yang menemukan gunung api raksasa tersebut.
Selengkapnya...

Wednesday, September 2, 2009

Pusat Vulkanologi: Gempa Berpotensi Tsunami!

Gempa bumi yang terjadi pada Rabu (2/9) pukul 14.55 WIB berkekuatan 7,3 skala Richter (SR).


"Pusat gempa berada di Laut Selatan, 104 kilometer barat daya Tasikmalaya," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Pusat Gempa Bumi berada di koordinat 8,24 lintang selatan dan 107,32 bujur timur dengan kedalaman 30 kilometer. Menurut Surono, gempa bumi itu berpotensi tsunami.


Selengkapnya...

Gempa Tasik Terasa Sampai Bali

Gempa berkekuatan 7,3 Richter yang berpusat di 142 kilometer sebelah barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (2/9) pukul 14.55 WIB juga dirasakan di Pulau Bali. Menurut data BMKG Wilayah III Denpasar, intensitas gempa di Bali termasuk dalam skala II Modified Mercally Intensity (MMI).

"Getaran gempa itu dirasakan seperti halnya ketika ada truk yang melintas di depan kita. Dan, sejauh ini memang tidak ada laporan adanya kerusakan, kata Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar," Endro Tjahjono.

Gempa terasa beberapa lama, khususnya di gedung-gedung bertingkat. Sejumlah warga maupun karyawan yang bekerja di lantai dua terkejut. Lampu-lampu gantung bergoyang untuk beberapa saat. Demikian juga air mineral di dispenser bergoyang akibat getaran gempa.

"Terasa cukup kuat dan terjadi hampir setengah menit. Kami terkejut dan beranjak dari meja kerja bersama beberapa rekan," kata Yurison, karyawan swasta di seputar Renon.

Endro menyatakan, intensitas gempa di Bali sama dengan yang dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat, seperti Tegal dan Subang. Intensitas gempa tinggi dirasakan di kawasan Puncak, Bogor, dan Sukabumi yakni hingga 6 MMI.

Selengkapnya...

Gempa Tasik Terasa Sampai Karang Sambung


Gempa Bumi terasa sampai karangsambung, hari ini 02 September 2009 sekitar pukul 15:03 WIB. Getarannya lumayan terasa jika berada di dalam gedung atau bangunan, namun tidak begiru terasa jika di luar ruangan. Menurut USGS, lokasi pusat gempa pada posisi 7.837°S, 107.263°E dengan magnitude 7.4 dengan kedalaman sekitar 62,8 Km. Pusat Gempa cukup dekat dengan kota-kota besar di jawa, dari tasikmalaya sekitar 142 km (88 miles) SW (226°); 144 km (89 miles) S (190°) dari Bandung; 156 km (97 miles) SSE (159°) dari Sukabumi dan hanya berjarak 242 km (150 miles) SSE (164°) dari ibukota negara Indonesia, JAKARTA. Hal yang sangat menarik adalah, USGS langsung manampilkan data sekitar 2-4 menit setelah gempa terasa di karangsambung.
Selengkapnya...

Gempa Berpusat di Wilayah Tasikmalaya

Gempa yang terjadi siang ini, Rabu (2/9) pukul 14.52 WIB berpusat di 125 kilometer baratdaya Tasikmalaya, tepatnya di titik 7.837 derajat lintang selatan dan , 107.263 derajat bujur timur. Gempa berkekuatan 7,3 SR itu terasa kuat di Jakarta.

Pusat gempa juga berada sekitar 105 km dari Bandung, 110 km dari Sukabumi, dan 195 km dari Jakarta.

Menurut US Geological Survey, pusat gempa berada di kedalaman 62,8 kilometer.

Beberapa karyawan dan orang-orang yang berada di gedung-gedung Jakarta, berhamburan keluar ketika gempa terjadi. Di Pacific Place dan gedung Bursa Efek Jakarta, orang-orang yang berkerumun dan berdesakan keluar. Pengguna jalan pun ikut berhenti sehingga memacetkan arus lalu lintas.

Terlihat para penjaga toko berlari panik meninggalkan toko dalam keadaan tidak terkunci. Hingga berita dilaporkan, keadaan masih panik.

Selengkapnya...

Gempa di Sukabumi, Listrik Padam

Gempa mengguncang wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, Rabu (2/9) pukul 14.58 selama sekitar satu menit yang disusul dua kali gempa kecil.

Akibat gempa, listrik di sebagian wilayah padam. Gempa yang terjadi membuat bangunan rumah goyang. Warga Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, yang umumnya sedang beristirahat siang, lari berhamburan keluar sambil berteriak ketakutan.

Sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan serius. Di Pelabuhanratu, gempa menyebabkan atap sebagian rumah rontok.

Selengkapnya...

Gempa di Tasikmalaya Terasa Kuat di Jakarta


Gempa cukup kuat terasa di Jakarta. Ribuan karyawan yang berkantor di gedung-gedung tinggi berlarian melalui tangga darurat.

Sampai saat ini, ribuan karyawan di gedung Kompas Gramedia, misalnya, masih bertahan di luar gedung.

Informasi sementara, pusat gempa sekitar 100 km barat daya Tasikmalaya pada kedalaman 32 km, dan berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa menyebabkan kerusakan di sejumlah perkantoran. Kantor Pemkab Tasikmalaya mengalami kerusakan cukup parah, sementara telekomunikasi seluler tak berfungsi.

Rapat Paripurna DPD Bubar
Rapat Paripurna DPD yang tengah membahas peraturan tata tertib DPD sontak bubar, Rabu (2/9) sore, karena merasakan getaran gempa yang cukup kuat. Salah satu anggota DPD asal Bengkulu, Eni Chairani, mengatakan bahwa saat itu sesi yang tengah berlangsung adalah pembahasan oleh Panitia Perancang Undang-undang.

"Tidak ada instruksi keluar karena goncangannya keras sekali. Semua pada inisiatif lari," kata Eni.

Sekitar pukul 15.10, ratusan orang yang tengah mengikuti paripurna di Gedung Nusantara V langsung berlarian ke luar gedung di bilangan Senayan itu.

Tak hanya mereka yang berada di Gedung DPD, para karyawan di Gedung DPR saat ini juga berada di luar gedung. Rapat paripurna DPD sendiri akhirnya dihentikan sementara.
Selengkapnya...

Gempa di Tasikmalaya sekitar 7,3 Skala Richter

Gempa Tektonik 7,3 Skala Richter baru saja terjadi beberapa menit yang lalu dimana Gempa Tektonik cukup besar ini terasa sampai Jakarta, Banten dan Yogyakarta di posisi 8,24 Lintang selatan dengan kedalaman 30 KM dari laut di sekitar Barat Daya Tasikmalaya. Mengguncang beberapa daerah di Jawa Barat terasa di beberapa daerah Garut, Tasikmalaya, Bandung, Cianjur, Kerawang, Bekasi, Bogor serta Jakarta ini sempat membuat panik warga yang berhamburan keluar. Tasikmalaya Selatan tidak bisa dihubungi sampai saat ini kemungkinan komunikasi putus karena Handphone dan Telepon tidak bisa dihubungi, saat mengecek beberapa teman yang berada disana.

Berita dari Sukabumi beberapa warga yang menyampaikan bahwa beberapa Gedung Terjadi Kerusakan kaca pecah-pecah. Gempa yang besar pasti diikuti gempa-gempa susulan.BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA menyebut Pusat Gempa sekitar daerah Tasikmalaya.

Gempa ini mengguncang Jakarta dan beberapa daerah di Jawa Barat. Tasikmalaya dan Sukabumi yang 142 KM Barat Daya Tasikmalaya, BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) memberikan laporan kepada warga bersiaga mengenai potensi tsunami. Gempa yang kekuatannya diperkirakan lebih kuat dan lebih besar dibanding Gempa yang pernah terjadi di Yogyakarta ini disinyalir berpotensi Tsunami.
Selengkapnya...

Followers

PMDK © 2009 Template Redesign by Not Just A Reference.

TOP