Saturday, February 5, 2011

Biaya Pendaftaran PMDK Unair Lebih Mahal daripada Snmptn Unair

Besaran biaya pendaftaran calon mahasiswa baru di Universitas Udayana Denpasar ada perbedaan yang mencolok antara jalur mandiri (PMDK) dengan jalur reguler atau SNMPTN.

Rektor Universitas Udayana, Prof Made Bakta menyebutkan biaya pendaftaran masuk ke perguruan tinggi negeri terbesar di Bali hampir dua kali lipat antara yang reguler dan yang jalur mandiri.

"Kalau yang lewat jalur reguler dikenai biaya Rp150 ribu untuk jurusan IPA (lmu Pengetahuan Alam) dan Rp175 ribu untuk IPC (Ilmu Pengetahuan Campuran). Sedangkan yang jalur mandiri Rp 350 ribu," jelas Bakta saatvdihubungi Senin (17/1).

Menurut Bakta, masa pendaftaran bagi calon mahasiswa baru jalur mandiri saat ini dibuka sejak 7 Januari. "Pembayaran lewat bank dilayani hingga 1 Februari, sedangkan yang lewat oneline ditutup hingga 4 Februari," ujar Bakta.

Pengumuman kelulusan tes dari jalur mandiri ini akan mengikuti ketentuan Dirjen Dikti Kemendiknas, yakni setelah diumumkannya hasil tes jalur SNMPTN.

"Kira-kira pengumuman hasil tes jalur mandiri sekitar satu minggu setelah pengumuman SNMPTN," tandas Bakta.

Dalam penerimaan calon mahasiswa dari dua macam seleksi itu, menurut Bakta, proporsinya sudah ditentukan hanya 40% yang diterima lewat jalur mandiri, sedangkan 60% lagi lewat regular atau SNMPTN.

Tahun ini, Unud akan menerima 3.500 mahasiswa baru, yang tersebar di 12 fakultas dan satu program pascasarjana.

"Untuk program regular kita perkirakan 1.500 sampai 1.800 mahasiswa, sedang sisanya mengisi program diploma, ekstensi dan pascasarjana," jelas Bakta.

Disinggung biaya perkuliahan di Universitas Udayana, Bakta mengakui tidak sama untuk semua fakultas. Saat ini, biaya SPP yang termahal di Fakultas Kedokteran, sedangkan yang termurah di Fakultas Peternakan dan Pertanian.

"Besaran SPP di Kedokteran Rp3 juta per semester, sedangkan di Fakultas Peternakan dan Pertanian hanya Rp500 ribu per semester," papar Made Bakta.
Selengkapnya...

Kuota PMDK Untirta Menurun

Kuota penerimaan mahasiswa baru Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang, tahun ini menurun dibandingkan 2010 lalu. Penurunan itu terjadi karena kuota penerimaan mahasiswa Untirta pada 2011 baik melalui SNMPTN, PMDK, maupun ujian mahasiswa mandiri (UMM) hanya menampung 2.400 mahasiswa untuk 24 jurusan di enam fakultas.

"Sedangkan pada 2010 kuota penerimaan mahasiswa baru Untirta mencapai tiga ribu orang mahasiswa," kata Kepala Bidang Humas Untirta Boyke Pribadi di Serang, Jumat (21/1/2011).

Menurut dia, penerimaan mahasiswa baru 2011 menurun karena disesuaikan dengan kemampuan ruangan kelas, daya tampung dan jumlah dosen. Pihaknya menyambut baik perbedaan pola penerimaan mahasiswa baru 2011 dibanding 2010, yakni ada penjatahan 60 persen penerimaan melalui SNMPTN dan undangan atau PMDK secara nasional, serta 40 persen kuota untuk ujian mandiri dan PMDK lokal.

Selain itu, ujar Boyke, perbedaan penerimaan mahasiswa tahun ini lebih mendahulukan SNMPTN dibandingkan dengan ujian mahasiswa mandiri (UMM).

"Sejak dua tahun lalu, ujian mandiri di Untirta dilaksanakan setelah SNMPTN," kata Boyke.

Adapun tahun ini Untirta menyediakan jatah 20 persen atau 480 kursi untuk beasiswa mahasiswa miskin dari jumlah rencana total penerimaan mahasiswa baru 2011 sebanyak 2.400 orang.

"Jika dikurangi dengan program beasiswa Bidik Misi dari Kementerian Pendidikan Nasional sekitar 100 mahasiswa, maka beasiswa murni yang harus ditanggung Untirta sebanyak 380 orang," ujarnya.
Selengkapnya...

UM UPI Jalur Mandiri Tetap Dibuka

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung tahun ini tetap menyelenggarakan jalur seleksi mandiri untuk penerimaan mahasiswa jenjang S-1. Alasannya, model seleksi nasional dinilai belum cukup untuk menjaring ribuan calon guru yang akan kuliah di kampus itu.


Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Hubungan Internasional Universitas Pendidikan Indonesia Furqon mengatakan, rektorat memilih untuk mengikuti ketentuan pemerintah yang masih membolehkan setiap perguruan tinggi negeri membuka seleksi jalur mandiri.

Tahun ini, UPI akan mematok kuota 60 persen untuk mahasiswa baru dari jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). “Sepuluh persen di antaranya untuk jalur undangan yang akan diintegrasikan dengan jalur PMDK (penelusuran minat dan kemampuan),” ujarnya saat dihubungi, Jumat (14/1).

Sisa jatah 40 persen akan dipakai UPI untuk membuka jalur seleksi mandiri. Ujiannya sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional, akan digelar setelah tes SNMPTN tertulis. “Tesnya (SNMPTN dan seleksi mandiri) masing-masing, jadwalnya sekarang masih disusun,” kata Furqon.

SNMPTN tertulis 2011 akan dibuka pendaftarannya pada 2-24 Mei mendatang. Tes tertulis berlangsung 31 Mei hingga 1 Juni, sedangkan ujian keterampilan pada 3-4 Juni. Hasil SNMPTN itu rencananya akan diumumkan serentak 30 Juni.

Furqon membantah alasan tetap dibukanya jalur seleksi mandiri karena biaya sumbangan masuk kuliahnya lebih mahal daripada jalur reguler SNMPTN. Menurutnya, dana sumbangan mahasiswa dari jalur seleksi mandiri dan reguler SNMPTN jumlahnya beragam.

Alasan utamanya karena SNMPTN dinilai masih kurang untuk menjaring calon mahasiswa khususnya bagi para calon guru. “Misalnya untuk calon guru di samping kemampuan intelektual, moral dan karakteristik pribadi juga perlu diperhatikan,” ujarnya.

Tahun ini, kata Furqon, jumlah mahasiswa baru jenjang S-1 yang akan diterima sama seperti tahun lalu, mencapai 6.000 orang lebih. Pada 2010, UPI menampung 3.165 mahasiswa dari jalur SNMPTN, PMDK, dan bantuan Bidik Misi untuk siswa tidak mampu. Sedangkan seleksi mandiri menjaring 3.148 mahasiswa.
Selengkapnya...

Milih Jurusan di PMDK UNS Mempertimbangkan Jurusan Asal Siswa

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memberlakukan syarat khusus dalam penerimaan calon mahasiswa lewat jalur SNMPTN undangan nasional. Calon mahasiswa harus berasal dari jurusan serumpun. "Memang aturan dari Kemendiknas semua calon mahasiswa bisa dari lintas jurusan. Tetapi atas pertimbangan dan kesepakatan seluruh fakultas, yang diterima hanya dari jurusan serumpun saja," kata Prof Dr Ravik Karsidi MS, rektor UNS terpilih.

Ketua SNMPTN Panitia Lokal Solo itu mengatakan, artinya siswa dari jurusan IPS hanya boleh mendaftar di program studi (prodi) IPS, dan siswa dari jurusan IPA hanya boleh mendaftar di prodi IPA. "Kecuali dua prodi saja, yakni Prodi PGSD Guru Kelas, Prodi Penjaskes, dan Prodi Kepelatihan Olahraga. Itu saja yang boleh lintas jurusan. Yang lain tidak bisa," kata dia di sela-sela sosialisasi SNMPTN jalur undangan di Auditorium UNS.

Syarat khusus ini diperbolehkan oleh Kemendiknas. Selain itu dari pengalaman sebelumnya, pada saat penyelenggaraan PMDK UNS sudah mensyaratkan harus serumpun. Sehari penuh UNS melakukan sosialisasi diikuti 600 wakil sekolah se-Solo Raya. Pada pekan ini pula rencananya akan dilakukan sosialisasi dengan mengundang 200 wakil sekolah dari Ngawi, Madiun, Magetan, Ponorogo dan Pacitan.
Selengkapnya...

UNS Syaratkan Calon Mahasiswa Jalur PMDK Bernilai Minimal 7,5

Mulai tahun ini, Universitas Negeri Sebelas Maret menetapkan sejumlah ketentuan khusus bagi siswa yang mendaftar melalui Jalur Undangan, dulu disebut jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Ketentuan khusus tersebut di antaranya harus memiliki nilai rata-rata tiap semester tidak kurang dari 7,5 dan tidak boleh buta warna. Bahkan untuk fakultas tertentu, tingginya tak boleh kurang dari 160 cm.

Hal ini dijelaskan Ketua Panitia Lokal 44 UNS sekaligus Pembantu Rektor I UNS Ravik Karsidi dihadapan 600 kepala sekolah di Auditorium Kampus UNS, Senin (30/1). Kehadiran 600 kepsek dari Kota solo, Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar ini untuk mendengarkan sosialisasi UNS terkait penerimaan siswa dari Jalur Undangan.

Jalur Undangan, tanpa memberikan ujian tertulis, merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru selain ujian tertulis (Utul) pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Kampus negeri berhak mengundang siswa berprestasi dari tiap sekolah sesuai rekomendasi kepala sekolah.

Ketentuan buta warna diberlakukan UNS untuk Prodi Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota, Seni Rupa Murni hingga Pendidikan Kimia. "Tidka buta warna total maupun partial," terang Ravik.

Pemberlakuan ini, ungkap Ravik, diambil berdasarkan persetujuan semua Dekan Prodi yang bersangkutan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya.

Pembatasan tinggi badan bahkan berlaku bagi siswa yang hendak mengambil kuliah untuk Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, serta Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Bagi siswa laki-laki, harus memiliki tinggi badan minimal 160 cm dan 155 cm bagi siswa perempuan.
Selengkapnya...

Tuesday, February 1, 2011

Metode Baru Kelulusan UN

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menerapkan aturan baru terkait sistem kelulusan pelajar SMP dan siswa SMA. Tahun ini, Kemendiknas menggunakan hasil penggabungan nilai ujian nasional (UN) dan ujian sekolah (US).

Sekretaris UN SMP-SMA Sulbar, Syamsir Syam secara rinci menjelaskan, metode dimaksudkan berupa nilai US didapatkan dari hasil ujian akhir sekolah (UAS) x 0,4 ditambah nilai rata-rata rapor. Atau 40 persen menentukan kelulusan siswa.

"Kemudian nilai UN dikali 0,6 atau memiliki persentase 60 persen kelulusan siswa," kata Syamsir Syam di Mamuju, Senin 31 Januari.

Selain itu, tahun ini panitia juga tidak lagi menerapkan sistem pengujian pengulangan. Dengan demikian bagi siswa yang memang tidak mencapai standar kelulusan rata-rata 5,5 setiap mata pelajaran yang diujikan sangat rawan tidak lulus. Nilai terendah pun dipatok Kemendiknas yakni minimal 4,00.

Tidak seperti pelaksanaan UN tahun sebelumnya yang melibatkan perguruan tinggi dalam pengawasan ujian dan lembar jawaban komputer (LJK) peserta UN. Khusus SMK lanjutnya, tahun ini hasil LJK diperiksa lembaga perguruan tinggi dalam hal ini Universitas Negeri Makassar (UNM).

"Tahun lalu kan hasil UN SMK tidak diperiksa perguruan tinggi. Kali ini semuanya diperiksa perguruan tinggi. Kita tetap bekerja sama dengan UNM," jelas Syamsir.
Selengkapnya...

Followers

PMDK © 2009 Template Redesign by Not Just A Reference.

TOP